Melihat berbagai kenyataan yang sangat tidak adil dan menindas, beberapa mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Yogyakarta mempertimbangkan tiga persoalan yang mendasari bagi pendirian sebuah organisasi yang progresif dan demokratis yang kemudian kami namai RESISTA. Pertama, kondisi masyarakat Indonesia yang masih sarat akan penindasan dan ketidakadilan menuntut adanya sebuah organisasi yang mampu menjadi “pelopor” perubahan. Kedua, mahasiswa sebagai konstituent terbesar di kampus, hari ini, masih sering dilanggar dan dikebiri hak-haknya. Sehingga diperlukan organisasi untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa tersebut. Dan ketiga, mahasiswa membutuhkan ruang beraktualisasi yang sekaligus secara kolektif mampu memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan menyelaraskan perjungan dengan rakyat pekerja.
Hanya dengan organisasi yang maju, mahasiswa akan dapat berteriak lantang tentang perubahan. Dan dengan tempaan organisasi yang maju itu mahasiswa dapat menjadi “suluh” bagi masyarakatnya. Sebagaimana sejarah telah menunjukkan kepada kita bagaimana peran mahasiswa dalam setiap episode perubahan—dari revolusi kemerdekaan 1945, penggulingan rezim Orde lama '66 sampai gerakan reformasi 1998. berbagai peristiwa itu telah membukakan mata semua orang akan kenyataan bahwa mahasiswa yang mengorganisasikan dirinya dalam sebuah gerakan yang integral dengan gelora ketidakpuasan massa rakyat ternyata mampu menjebol tembok kekuasaan dari sebuah rezim yang represif dan militeristik.
Demikianlah, RESISTA lahir melalui konferensi pendirian RESISTA di Bumi Perkemahan Babarsari pada tanggal 18-19 September 2004 sebagai sebuah organisasi mahasiswa pogresif dan demokratis. RESISTA didirikan untuk menjawab berbagai kebuntuan gerakan mahasiswa demokratik tentang pengkorelasian kepentingan massa mahasiswa dan rakyat pekerja. Dengan berdirinya RESISTA dengan slogan Study n' Organization for Freedom maka tidak ada kendala antara kebutuhan untuk belajar, berorganisasi dan berjuang, antara tuntutan akademis, kebutuhan untuk beraktualisasi, beraktifitas dan perjuangan pembebasan. Karena RESISTA dibentuk sebagai wadah beraktualisasi bagi mahasiswa dari manapun, dari kalangan apapun (tanpa melihat perbedaan ras, agama, gender, kelas sosial dan perbedaan-perbedaan lainnya). Dan, pada tataran yang lebih idealis, diharapkan, di masa depan, RESISTA dapat menjadikan dirinya sebagai salah satu elemen pergerakan yang turut serta berjuang dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera dan adil secara kolektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar